Geger, 20 April 2026 – Sebanyak 100 siswa kelas XII SMKN 1 Geger sukses mengikuti Ujian Praktik Hari pertama mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang akan berlangsung selama lima hari, mulai Senin (20/4) hingga Jumat (25/4/2026). Kegiatan yang digelar di laboratorium agama dan halaman sekolah ini bertujuan untuk mengukur kompetensi siswa dalam mempraktikkan langsung ibadah-ibadah esensial dalam Islam, mulai dari bersuci hingga pengurusan jenazah.
Ujian praktik kali ini menghadirkan penguji eksternal yang kompeten di bidangnya, yaitu Modin Kranggan, Danang Pamungkas, S.Pd.I. Beliau menguji bersama tim penguji internal dari guru Pendidikan Agama Islam SMKN 1 Geger. Kehadiran penguji dari luar diharapkan mampu memberikan penilaian yang lebih objektif sekaligus memotivasi siswa untuk tampil maksimal.

“Alhamdulillah, antusiasme siswa sangat luar biasa. Dengan penguji eksternal, mereka benar-benar berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ini juga bentuk sinergi sekolah dengan tokoh agama di lingkungan sekitar,” ujar Guru agama Islam Penguji ujian praktik PAI, Udin Sasmito, M.Pd saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Selama ujian berlangsung, setiap siswa dipanggil secara bergiliran dan dihadapkan pada beberapa stasiun ujian. Adapun materi yang diujikan meliputi:
Modin Kranggan, Danang Pamungkas, S.Pd.I., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan ujian ini. Menurutnya, kemampuan praktik keagamaan siswa SMKN 1 Geger di atas rata-rata.
“Saya cukup terkesan, terutama pada sesi pengurusan jenazah. Banyak siswa yang hafal tata cara memandikan, bilangan kain kafan, hingga bacaan sholat jenazah. Ini modal penting karena urusan jenazah adalah fardhu kifayah yang sering terjadi di masyarakat. Anak-anak siap menjadi generasi yang tidak hanya paham teori, tapi juga terampil,” ungkap Danang Pamungkas usai menguji siswa kelas XII
Sementara itu, perwakilan siswa kelas XII AK 1 Iqbal, mengaku lega dan bangga bisa melalui ujian dengan lancar. “Awalnya grogi karena diuji langsung sama pak modin. Tapi ternyata beliau sabar membimbing. Ilmu tayamum dan cara mengkafani jenazah yang dulu hanya lihat video, sekarang benar-benar kami praktikkan. Insya Allah ini sangat berguna nanti di masyarakat,” tuturnya.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga siang hari setiap sesinya itu berjalan aman, tertib, dan kondusif. Pihak sekolah menyediakan seluruh peralatan praktik, mulai dari tempat untuk tayamum, air wudhu, hingga peraga jenazah dan kain kafan. Tidak ada kendala berarti selama pelaksanaan.
Kepala SMKN 1 Geger Clara Akhustya, S.Pd menyampaikan bahwa ujian praktik PAI merupakan agenda wajib yang tak terpisahkan dari penilaian akhir.
“Kami ingin lulusan SMKN 1 Geger tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan ibadah. Dengan diujinya praktik tayamum, wudhu, sholat, dan pengurusan jenazah, kami membekali mereka untuk menjadi insan yang siap hidup di tengah masyarakat,” pungkasnya.
