School Info
Friday, 23 May 6025
24 August 2014

DIALOG INTERAKTIF ANTI NARKOBA DENGAN POLRES MADIUN

Sun, 24 August 2014 Read 471x ASBN / Berita / PMR

Siswa bertanya: Bagaimana narkoba bekerja di otak kita?
Narasumber menjawab : “Yang terjadi pada ketergantungan (pemakai narkoba) adalah semacam pembelajaran sel-sel otak pada pusat kenikmatan. Jika mengonsumsi narkoba, otak membaca tanggapan orang itu. Jika merasa nyaman, otak mengeluarkan neurotransmitter dopamin dan akan memberikan kesan menyenangkan. Jika memakai narkoba lagi, orang kembali merasa nikmat seolah-olah kebutuhan batinnya terpuaskan. Otak akan merekamnya sebagai sesuatu yang harus dicari sebagai prioritas sebab menyenangkan. Akibatnya, otak membuat program salah, seolah-olah orang itu memerlukannya sebagai kebutuhan pokok. Terjadi kecanduan atau ketergantungan. Pada ketergantungan, orang harus senantiasa memakai narkoba, jika tidak, timbul gejala putus zat, jika pemakaiannya dihentikan atau jumlahnya dikurangi. Gejalanya bergantung jenis narkoba yang digunakan. Gejala putus opioida (heroin) mirip orang sakit flu berat, yaitu hidung berair, keluar air mata, bulu badan berdiri, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan sulit tidur

Narkoba juga mengganggu fungsi organ-organ tubuh lain, seperti jantung, paru-paru, hati dan sistem reproduksi, sehingga dapat timbul berbagai penyakit. Contoh: opioida menyebabkan sembelit, gangguan menstruasi, dan impotensi. Jika memakai jarum suntik bergantian berisiko tertular virus hepatitis B/C (penyakit radang hati). Juga berisiko tertular HIV/AIDS yang menurunkan kekebalan tubuh, sehingga mudah terserang infeksi, dan dapat menyebabkan kematian. Ganja menyebabkan hilangnya minat, daya ingat terganggu, gangguan jiwa, bingung, depresi, serta menurunnya kesuburan. Sedangkan kokain dapat menyebabkan tulang sekat hidung menipis atau berlubang, hilangnya memori, gangguan jiwa, kerja jantung meningkat, dan serangan jantung.

Jadi, perasaan nikmat, rasa nyaman, tenang atau rasa gembira yang dicari mula-mula oleh pemakai narkoba, harus dibayar sangat mahal oleh dampak buruknya. Seperti ketergantungan, kerusakan berbagai organ tubuh, berbagai macam penyakit, rusaknya hubungan dengan keluarga dan teman-teman, rongrongan bahkan kebangkrutan keuangan, rusaknya kehidupan moral, putus sekolah, pengangguran, serta hancurnya masa depan dirinya“

Tulisan di atas merupakan salah satu cuplikan pertanyaan yang disampaikan siswa ke narasumber “SOSIALISASI dan DIALOG INTERAKTIF ANTI NARKOBA”. Narasumber berasal dari Kepolisian yaitu dari POLRES Madiun. Kegiatan ini dilakukan oleh SMK Negeri 1 Geger sebagai bentuk kepedulian terhadap siswa dan sekaligus salah satu cara mencegah penyalahgunaan Narkoba di lingkungan sekolah. Kegiatan ini ditujukkan untuk semua warga sekolah dengan harapan semua peserta memiliki pemahaman tentang bahaya dari NARKOBA. Tempat pelaksanaan kegiatan ini di pusatkan di dua tempat yaitu di Masjid untuk siswa laki-laki dan di aula SMKN 1 Geger untuk siswa perempuan. Selama kurang lebih dua jam berlangsung siswa-siswi sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, hal ini di buktikan dengan bnyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini bisa memberikan manfaat bagi semuanya… SAY NO TO DRUGS BECAUSE WE LOVE INDONESIA!!

10949_296726827185619_7975969131117477615_n 10308353_296726800518955_290854924855189120_n 10615473_296726873852281_4431838400844479247_n 10660091_296726763852292_2640453369076876049_n

 

 

Agenda Terbaru

29
May 2023
25
Nov 2022
time : 09:00
09
Oct 2022
time : 09:00