SMK Negeri 1 Geger kembali menerima kunjungan lanjutan dari BTPN Syariah pada Selasa, 13 Desember 2026, sebagai tindak lanjut nyata dari kerja sama pembentukan kelas industri yang telah disepakati sebelumnya. Kunjungan ini menjadi langkah penting dalam mematangkan implementasi kelas industri pada kompetensi keahlian Layanan Perbankan Syariah (LPS), yang nantinya akan menjadi kelas industri pertama BTPN Syariah di Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, hadir enam perwakilan dari BTPN Syariah, yaitu Ibu Alfatelsa Purwandani selaku Bussiness Coach Region Jatim 7, Ibu Anggun Laela Wulandari sebagai Resourcing Manager Area Madiun, Ibu Julina Napitupulu sebagai Resourcing Communication Manager, Bapak Nurwahyudi selaku Project Manager, serta Ibu Mela Kurnia Sari sebagai Fasilitator Leader. Kehadiran tim lintas bidang ini menunjukkan keseriusan BTPN Syariah dalam membangun kolaborasi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga pada pengembangan karakter, kesiapan kerja, hingga penyaluran lulusan.

Pertemuan yang berlangsung bersama manajemen sekolah membahas banyak hal strategis terkait pembentukan kelas industri, mulai dari desain pembelajaran, pengaturan jam belajar per minggu, sinkronisasi kurikulum industri dengan sekolah, pola pendampingan siswa sejak kelas X hingga kelas XII, hingga kesiapan sarana dan prasarana penunjang pembelajaran. Tim BTPN Syariah juga melakukan peninjauan langsung terhadap calon ruang kelas industri dan laboratorium simulasi yang nantinya akan digunakan siswa untuk praktik, agar seluruh fasilitas benar-benar sesuai dengan standar industri yang diterapkan BTPN Syariah.
Tidak hanya fokus pada pembentukan kelas baru, tim BTPN Syariah juga diajak meninjau berbagai program kelas industri yang telah berjalan di SMKN 1 Geger, seperti kelas industri Honda, Axioo Class Program, kerja sama dengan BNI, hingga Samsung Tech Institute. Dari peninjauan tersebut, pihak BTPN Syariah menyampaikan kesan mendalam terhadap lingkungan sekolah yang dinilai tertata, bersih, disiplin, dan memiliki budaya industri yang kuat.

“Kami merasa tidak salah memilih SMKN 1 Geger sebagai sekolah untuk implementasi kelas industri BTPN Syariah. Dari depan sekolah saja sudah terlihat tertata dengan baik, bersih, nyaman, dan teratur. Ketika melihat langsung berbagai kelas industri yang sudah berjalan, kami semakin yakin bahwa SMKN 1 Geger memiliki kesiapan dan pengalaman yang kuat untuk menjalankan program ini,” ungkap salah satu tim BTPN Syariah dalam sesi diskusi bersama manajemen sekolah.
Pihak BTPN Syariah juga menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar program formal atau seremoni semata, melainkan bentuk komitmen jangka panjang untuk menghadirkan dampak nyata bagi pendidikan vokasi. Mereka berharap kolaborasi ini mampu membentuk ekosistem pendidikan yang terintegrasi, mulai dari sosialisasi kelas industri, proses pembelajaran bersama praktisi, pelaksanaan PKL, pembentukan budaya kerja profesional, hingga penyaluran lulusan ke dunia kerja.

Kepala SMKN 1 Geger, Clara Akhustya, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas keseriusan dan perhatian penuh yang diberikan BTPN Syariah terhadap pengembangan kelas industri di sekolahnya. “Kami sangat mengapresiasi komitmen BTPN Syariah yang bergerak cepat dan detail dalam mempersiapkan kelas industri ini. Menjadi sekolah pertama yang dipercaya menghadirkan kelas industri BTPN Syariah tentu menjadi kebanggaan besar bagi SMKN 1 Geger. Kami optimis program ini akan membuka peluang yang lebih luas bagi siswa, khususnya jurusan Layanan Perbankan Syariah, agar memiliki kesiapan kerja, karakter profesional, dan masa depan yang lebih terarah,” ujarnya.

Dengan kolaborasi yang terus dimatangkan secara serius dan menyeluruh, SMKN 1 Geger optimis bahwa kelas industri BTPN Syariah akan menjadi salah satu program unggulan yang mampu melahirkan generasi banker muda berkualitas, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja modern.